Kuperlu ENGKAU pimpin langkahku

Ditengah padatnya aktivitas saya hari ini, kesibukan kerja ,pelayanan, pergumulan serta kondisi fisik kurang fit, ditambah kantuk berat, membuat kondisi hati menjadi sedikit kurang beres. Namun tiba2 saya teringat sebuah lagu yang menguatkan hati dan memberikan sukacita, begini lirik lengkapnya:


Banyak perkara yang harus kuhadapi
Kadang terlalu berat tuk kulalui
Namun kau slalu setia berjalan bersamaku
Tak pernah kau tinggalkanku sendiri

Kadang setiap jalanku tak ku mengerti
RencanaMu melebihi pikiranku
Namun tlah kuputuskan
Berjalan bersamaMu
Lalui setiap cobaan hidupku

Reff:
Kuperlu engkau pimpin langkahku
Lalui setiap jalan kehidupanku
Takkan ku mampu jalan sendiri
Engkaulah sumber kekuatan hidupku

Lagu ini mengingatkan saya untuk selalu berserah sama Tuhan karena DIAlah sumber kekuatan dalam menjalani hari.

“Becak oh becak, u made my day”

Berhubung kemaren malam saya pulang dianter ke rumah, maka hari ini ke kantor musti naek becak.
Kali ini saya mendapatkan becak yang cukup unik dan sedikit memompa adrenalin, bagaimana tidak, pengemudinya umurnya masih muda, trus motor yang dinaikin ga ada remnya boq, hahaha jadi untuk mengurangi kecepatan pake acvara “nge-drift” segala… Dalam hati berkata : “fiuh… Hampir di cium sama avansa hari ini but I’m SAFEEEEEE, syukurlah”. Uniknya lagi adalah saya baru menyadari didepan tempat duduk saya ada sebuah botol air mineral 1,5 liter yang berisi bensin, awalnya saya mengira itu bensin cadangan, setelah acara “ngedrift” tadi saya amati ulang, eh ternyata ada selang yang nyambung ke karburatornya… Gilaaa gokil abis nih yg punya becak…
“Saya jadi bisa menyimpulkan bahwa keterbatasan ekonomi dan sarana tidak menghambat kekreatifan”
Makin kreatif ya bang becak, tapi jangan lupa kalo udah ada duit pasanglah remnya, biar aman….

Beberapa hari bersama produk apple

Acer and MacBook... They are friend now
Beberapa hari ini saya mendapat pinjaman macbook pro dari teman, dan saya mencoba untuk menggunakannya. Macbook merupakan produk teknologi yang sangat di gandrungi oleh para pengguna fanatiknya. Saat awal menggunakannya ada beberapa penyesuaian kebiasaan yang harus kulakukan, misal penggunakan tombol “control” yang digantikan dengan “command”, tidak adanya tombol “backspace” namun menggunakan “fn+del”, serta perlunya mengenal penggunaan multitouch di mac karena ada satu short cut yang sering saya gunakan di windows yaitu “win+d” untuk menuju desktop, kalau di mac menggunakan 4 jari (wew…).
Continue reading “Beberapa hari bersama produk apple”

Lubang kecil yang kadang terbuka dengan sendirinya

Jam masih menunjukkan pukul 4 pagi dan saya sudah terbangun. Bangun dengan sedikit sakit kepala. Sebenarnya bukan itu yang mengganggu setiap kali bangun pagi akhir-akhir ini, namun perasaan berdebar-debar yang kadang mengganggu pikiran. Padahal setiap malam kututup hariku dengan sebuah sukacita dan semangat yang luar biasa.

“God, apakah yang kukejar adalah kesia-siaan?, atau memang perlu perjuangan keras untuk mendapatkannya. Sejujurnya takut gagal sempat terlintas dibenakku”. Kalo boleh memilih rasa-rasanya jalan termudahlah yang ingin kulewati ,namun bukan itu yang didepanku saat ini.

( Ini hanya sebuah lubang kecil yang kadang terbuka dibalik optimisme seorang lung2x)

Mengingat perjuangan keras Col. Sanders menghadapi 1000 kali kegagalan sebelum akhirnya dia menjadi berhasil memberikan sebuah semangat yg baru. So I still have my 998, I will fight for it :

We gain strength, and courage, and confidence by each experience in which we really stop to look fear in the face… we must do that which we think we cannot.
— Eleanor Roosevelt

Handle ur anger…

Pagi ini seperti biasanya saya menyempatkan diri untuk melakukan ritual apa yang disebut dengan “sarapan pagi / breakfast” di sebuah tempat makan yang biasanya saya kunjungi hampir tiap pagi. Saya memesan nasi goreng telur dadar dan teh manis hangat karena menurut saya itu sebuah kombinasi menu yang tak tertandingi kenikmatannya.

Singkat cerita minuman yang sampai dulu ke meja saya, lalu saya pegang gelas tersebut ternyata masih panas sehingga jari-jari yang mengenggam gelas tsb kepanasan, namun saya putuskan untuk tetap menggenggam gelas tersebut sambil menaruhnya pelan-pelan ke atas meja. Baru selanjutnya menyelesaikan urusan dengan para jari yang sakit sambil meluapkan ekspresi kepanasan.
Continue reading “Handle ur anger…”