Hari Ke 13 di MEDAN

Setelah hampir dua minggu di medan, kesan awal saya untuk kota ini antara lain :
“Oriental”,karena disini banyak sekali orang yang menggunakan bahasa hokkian dalam percakapan sehari hari mereka. Saya sama sekali ga mudeng dengan isi pembicaraan mereka,ho3x.

“Ugal-ugalan”, saya tujukan untuk angkutan di kota ini,para sopir mengemudikan mobil mereka ala pembalap profesional, ya ampun….. mungkin ananda mikola saja bisa kalah jika di adu dengan para sopir angkot di kota ini. (karena itulah sebagian besar kondisi angkotnya ga ada yang bener2 mulus)

“Lulus SMA langsung Kerja”,banyak juga temen temen yang kutemui disini lebih muda umurnya dari saya, sebagian besar dari mereka adalah lulusan SMA yang sudah bekerja, baik kerja kantoran (bank) maupun wiraswasta. Sambil bekerja mereka kuliah pada malam harinya. Bener bener berbeda dengan di pulau jawa, yang jarang sekali kuliah di malam hari (kelas reguler)

“Makanannya mahal”, jika dibandingkan dengan harga makanan di Solo, Salatiga, ataupun Semarang yang rata-rata harga makanannya 5000 – 10000 , disini minimal¬†¬† 20000.

“Becak motor”, kemaren baru saja saya dan teman menggunakan jasa becak motor di kota ini, tempat duduk penumpangnya ada disamping motor pengemudi. (sayang saya tidak mengabadikan gambar saat naek becak motor)

“Istilah yang aneh”, sepeda motor disini disebut dengan “kereta”, sedangkan mobil disini disebut dengan “motor”, pasar disebut dengan “pajak”

Mungkin segini dulu yang bisa saya ingat selama 13 hari ini di kota MEDAN.