Berpikir Positif

Kemarin malem saya diantar ko B untuk bertemu dengan ko sapted untuk share berbagai hal.
Saya belajar banyak dari mereka,mereka orang-orang yang selalu berpikir positif, takut akan TUhan dan memotivasi orang untuk maju, tanpa harus takut rintangan yang ada didepan.

Setelah sekian lama berkutat rasa minder, takut gagal dalam berbagai hal (terutama yang menyangkut studi & pekerjaan), tidak berani mencoba sesuatu yang baru, kurang percaya diri dalam melakukan sesuatu, dan banyak hal lain yang membuat hidupku ga berkembang.
Akhirnya ada berbagai kebenaran yang membuatku untuk memutuskan melepaskan semua itu:
1. Apapun yang kita lakukan, baik studi, pekerjaan, dsb adalah untuk melayani Tuhan
2. Ketika kita melakukan sesuatu dengan segenap hati, maka hasilnya akan memuaskan
3. Orang sukses belum tentu maksimal, tapi orang maksimal pasti sukses (maksimalkan potensi dalam hidupmu)
4. Berilah maka kamu akan mendapat
5. Orientasi dalam melakukan sesuatu adalah bukan untuk uang melainkan memaksimalkan potensi yang ada, setelah itu uang akan datang dengan sendirinya.
6. Cara belajar yang baik adalah, tetapkan suatu goal (misalnya: buat suatu project, ketika kita terobsesi untuk membuat project tersebut, pasti kita akan mulai belajar semua hal yang berkaitan dengan project tersebut)
KITA AKAN BUAT PROJECT INI, BUKAN KITA AKAN BELAJAR INI INI dan INI
7. Berkumpulah dengan orang-orang yang positif, maka kita akan menjadi positif, jangan berkumpul dengan orang-orang hopeless.
LINGKUNGAN DIMANA KITA BERADA MENENTUKAN BAGAIMANA JADINYA KITA
8. Milikilah visi yang besar, tidak ada visi yang tak dapat dicapai, kalau kita mau berusaha
9. Jalani dulu, semua kesulitan pasti bisa diatasi (istilah kerennya : Gaya dulu urusan lain belakangan)
10.Ikuti teladan Daud, orang muda yang tidak dianggap dimasanya, tapi Tuhan pakai luar biasa.
11.Jangan memandang kebelakang, kekiri, atau kekanan,tapi pandanglah keatas

Mungkin ada banyak hal lain yang lupa saya tuliskan, tapi aku pikir 10 hal tersebut sudah hampir mencakup semuanya.
Mari sama-sama berjuang bersama

Rar vs Zip

Setelah melakukan aktivitas pagi saat ini saya berencana untuk mengkompresi ratusan ebook yang saya punya (demi menghemat kapasitas hardisk yang sudah semakin penuh), yang formatnya ada 2 jenis : pdf dan chm.

Saya teringat dulu pernah mendapat file kompresi video (*.avi) dari internet dalam format *.rar dengan ukuran 1,891 Kb, padahal ukuran aslinya ketika diekstrak adalah 111.939 Kb (Winrar 3.41), lalu saya mencoba untuk mengkompresi ukuran aslinya dengan menggunakan Winzip 9.0 ukuran filenya menjadi 16.887 Kb masih kalah jauh dibandingkan kompresi winrar.

Yang ingin saya lakukan sekarang adalah aplikasi kompresi apa yang lebih efisien untuk mengkompresi file pdf dan chm.
Saat ini saya akan melakukan kompresi 17 file pada masing2x format file dengan menggunakan ke-2 aplikasi tersebut (Winrar dan winzip)

Demikianlah hasilnya:
Format File Ukuran asli Winzip Winrar
chm 2,961 KB 2,944 KB 2,951 KB
chm 1,569 KB 1,556 KB 1,559 KB
chm 2,938 KB 2,919 KB 2,925 KB
chm 13,131 KB 13,106 KB 13,132 KB
chm 6,382 KB 6,366 KB 6,381 KB
chm 1,440 KB 1,426 KB 1,430 KB
chm 2,501 KB 2,484 KB 2,490 KB
chm 3,627 KB 3,613 KB 3,622 KB
*.zip < *.rar

pdf 6,157 KB 5,490 KB 2,522 KB
pdf 5,713 KB 3,424 KB 3,272 KB
pdf 8,164 KB 4,942 KB 4,835 KB
pdf 15,739 KB 15,283 KB 15,230 KB
pdf 13,734 KB 13,275 KB 13,325 KB
pdf 9,283 KB 8,743 KB 8,625 KB
pdf 3,976 KB 3,599 KB 3,560 KB
pdf 17,350 KB 16,968 KB 16,933 KB
pdf 9,894 KB 6,672 KB 6,476 KB
*.zip > *.rar

Dari hasil percobaan diatas saya mencoba menyimpulkan (tanpa tahu secara teknis bagaimana teknik kompresi yang ke-2 aplikasi itu gunakan) bahwa :
1. Untuk file *.chm kompresi akan lebih maksimal dengan menggunakan winzip
2. Untuk file *.pdf kompresi akan lebih maksimal dengan menggunakan winrar

NB: Untuk file *.avi lebih maksimal dengan menggunakan winrar

Akhirnya saya putuskan untuk mulai mengkompresi sesuai dengan kesimpulan diatas. (Tapi proses kompresi winrar lebih lama dibandingkan dengan winzip)

Selesai nulis : 08:35 WIB (Sesuai dengan jam dikomputer ^_^ )

Menulis Itu Penting

Sebelumnya aku pikir kegiatan ngeblog, hanya kegiatan iseng, ya kalo pengin nulis sesuatu ya nulis (walau kadang banyak ga mutunya), kalo ga pingin yah, ngapain harus nulis, menghabiskan waktu aja, emang ga kerjaan lain ya?

[The Story Begin…..]

Aku dilahirkan dari lingkungan keluarga yang kurang begitu demokratis, jadi budaya untuk mengemukakan pendapat ke orang lain, merumuskan pemikiran pribadi, membuat suatu terobosan baru menjadi sesuatu yang mustahil untuk dilakukan, bagaimana bisa terjadi kalo nyali aja sudah menghilang begitu aja. Aku teringat ketika berada di tingkat sekolah dulu (mulai dari SD-SMU) kemampuan verbalku begitu kurang, untuk menulis saja malas, apalagi suruh mengarang. Suatu ketika aku teringat ketika mendapat tugas untuk membuat sebuah puisi yang kira-kira hanya 10 baris banyaknya saja butuh waktu yang lama, mungkin semua itu dampak dari lingkungan yang kurang mendukung. Seolah-olah tanpa disadari membentuk mental individualis, yang beranggapan bahwa tidaklah penting untuk terlalu perduli dengan orang lain (saat itu hati nurani sejujurnya masih peduli terhadap orang lain, namun karena diimbangi oleh mental yang salah tersebut, akhirnya membentuk pribadi yang hanya ingin biasa-biasa aja, tidak ada keinginan untuk terlalu mengenal maupun dikenal)

Seiring berjalannya waktu, dan memang sudah waktunya untuk menjalani kehidupan diluar rumah karena kewajiban studi / kuliah, aku menyadari bahwa berbagi hidup dengan orang lain itu penting. Menurutku untuk mulai berbagi hidup dengan orang lain, kita harus berbagi dengan diri kita sendiri. Bagaimana caranya, mulailah untuk menulis apa yang ada dalam benakmu, walaupun hal itu cuma terlintas sebentar ataupun sudah menjadi angan-angan sejak lama, maka tanpa disadari kita akan mulai menemui orang-orang yang mendukung setiap pemikiran ataupun pendapat kita. Hari ini aku mulai menulis karena aku sering kali membaca artikel-artikel orang lain. Walaupun hanya melalui tulisan bahkan mungkin tidak mengenal satu sama lain, namun seolah-olah ada hidup dan semangat yang dibagikan.

Dari situlah aku menyimpulkan untuk diriku sendiri bahwa sebenarnya menulis itu penting, tulisan bisa mengubah hidup. Mulailah menulis untuk mengembangkan diri sendiri maupun orang lain